29.8.07

sound + adrenaline = adu nyali ala musisi?



Sesuai temanya, soundrenaline tahun ini kental menyuarakan kampanye perubahan. Sejak iklan-nya rajin diputer di tivi dan posternya membanjiri pandangan, kita seolah dikasih unjuk akan perubahan image festival musik terbesar di Iindonesia ini. Dulu warna-warna hitam banyak dipilih untuk disain promosi, sengaja menampilkan sisi-hitam dunia rock. Kini semuanya menjadi penuh warna, dengan desin2 promo yg lebih nge-pop. Mungkin menyesuaikan juga dengan kondisi sekarang, dimana festival2 musik seperti ini sudah menjadi budaya populer di indonesia, tidak lagi menjadi tontonan yang langka seperti awal2 soundrenaline digelar. Tidak pula menjadi garang dan melulu nge-rock. Simaklah para penyajinya: bunga citra lestari, atau di kota lain ada glenn fredly.











Sedari pagi pengunjung menyemut memadati sirkuit kenjeran. Vox, The Masive, Kangen Band, yang tampil pada awal-awal acara turut andil meninggikan hawa pantai hari itu. Pinggir lapangan tak rela sebagai pijakan berteduh, pengunjung juga dibuat panas dengan serangkaian sampingan acaranya: Meet and Great sampai deretan klinik musik. Menjelang sore, semilir angin pantai membuat masa larut ditingkahi merdu suara Bunga Citra Lestari. Sejenak suasana menyejuk. Namun tak berselang lama, Andra and the Backbone kembali memacu masa untuk kembali bergerak. Samson, BIP, Naif dan deretan band lain turut pula mengisi amunisi masa untuk mencapai klimaks. Hingga petempuran adu nyali para musisi ini ditutup penampilan Boomerang.

Jika festival ini adalah sebuah lomba berani-beranian para musisi, nilai lebih layak didapatkan oleh /RIF untuk aksi berani vokalisnya mendayungi lautan manusia dengan perahu karet. Juga UNGU untuk kostumnya. Bukankah jubah panjang lengkap dengan surban adalah sebuah kostum panggung yang sangat unik untuk sebuah band-bukan-pengusung-musik-religi? Agak tidak nyambung mungkin dengan sebagian lagu yang mereka bawakan, namun ketika 'andai ku tahu' dan 'tuhanku' dimainkan, rasanya sah sah saja kalau mereka memilih kostum itu. Untuk penampilan paling tidak berani, rasanya NETRAL lah yang berhak menempati posisi tersebut. Mereka seolah mengalami krisis percaya diri akut hingga harus membawa sexy-dancer ke atas panggung hanya untuk menarik perhatian massa.

Namun ini bukan lomba. Ketika masa yang sedari pagi memanas, dan ketika itu pula mereka bisa menikmati hentakan musik asik, terbayar lunas lah dahaga masa Arek Suroboyo.















untuk postingan kali ini beberapa foto (kangen band & /rif) adalah karya dari Iwan, desainer grafis muda yang mulai mendalami fotografi dan sedang menyiapkan blog pribadinya, sebagai pemanasan sebelum karya-karyanya bisa dinikmati di blog-nya

7 komentar:

rey mengatakan...

ngomong2 soal BCL, gue dapet imel foto2 BCL ama cowoknya, lagi di pantai bo'... cuman gak tau deh itu beneran BCL ato bukan, soalnya bbrp gbr diambil dari belakang sih. Paparazzi-nya krg ok tuh.

Maap komentarnya jaka sembung mendadak kaget, gak nyambung banget... :D

DenaDena mengatakan...

mampir ndelok2 poto.

ajisaka mengatakan...

Bagus dari peletakan pic-nya dan sebaiknya fotograper juga menyertakan cerita dibalik foto satu persatu.

Maturnuwun

Si Jagoan Makan mengatakan...

Kalau fotone anton sih nggak heran lek apik. Tapi aku salut ambek Iwan,sebagai penggemar Kangen Band. Rupanya Iwan total menangkap ekspresi sang vokalis. Fotone mboissss rek !!!


*Masio seneng mosok bendino nyetel kangen, nggak sakno aku kebrebeken terus !

Anonim mengatakan...

jiambuuu..dengaren commentmu apik mbak....yooo tak tuku rotimu terus ng operasi jeee...

wanara

Anonim mengatakan...

wawawawawawaawawaw.....tessssss

Novri mengatakan...

Fotonya... bagsu bgt...
Aku gak diajak ya ;)